Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Mengenang Tjokroaminoto Untuk Perbaikan SDM

Mengenang Tjokroaminoto Untuk Perbaikan SDM Hari Minggu tanggal 17 Desember 2017 adalah hari wafatnya Tokoh yang memiliki nama besar pada masanya, yakni pemimpin organisasi Islam terbesar se Hindia Belanda, Sarekat Islam (SI), H.O.S Tjokroaminoto. Sebelumnya maaf jika tulisan ini lumayan terlambat hadir sebagai simbol respon refeksi dari Tokoh besar tersebut. Akan tetapi melihat dari satu kaidah “jika tidak bisa melakukan dengan sempurna maka jangan tinggalkan semuanya,” saya tetap menulisnya, minimal ini masih dikatakan tanggal 17 Desember menurut penanggalan Masehi, (pkl 22.59, 17/12). Ada satu ungkapan yang seharusnya menyetuh hati para pengembara kemakmuran bangsa, ini kata Tjokroaminoto “Adapun yang menjadi dasar pengertian sosialismenya Nabi Muhammad yaitu kemajuan perikeutamaan dan kemajuan budi pekerti rakyat. Umat Islam adalah orang yang cakap sekali dalam melakukan kehendak sosialisme yang sejati itu.” Tjokroaminoto sangat mendambakan sebuah kemajuan perikeutamaan da...

Fikih dan Fenomena Tindak Persekusi

Fikih dan Fenomena Tindak Persekusi Nampaknya fenomena persekusi di negeri ini tidak ada habisnya, baik yang terekspos media maupun yang tidak. Tindakan persekusi ini dilatarbelakangi oleh hukuman sosial dengan membuat malu, atau penghakiman secara bebas terhadap pelaku kejahatan atau pelanggaran yang dinilai lebih efektif dalam memberikan efek jera terhadap pelaku ketimbang hukum negara, atau bisa juga karena pengaruh nafsu geregetan belaka. Persekusi adalah pemburuan sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga yang kemudian disakiti, dipersusah, atau ditumpas. Misalnya yang akhir-akhir ini terjadi pada seseorang yang berinisial R (28) dan M (20), warga Cikupa Kabupaten Tangerang, mereka digerebek oleh masa di kontrakan dan dipaksa mengaku telah melakukan perbuatan cabul, untuk kemudian ditelanjangi, diarak, dan kemudian didokumentasikan oleh orang-orang yang hadir, (Tirto, 16/11/2017) Tidak sedikit masyarakat kita menilai tindakan persekusi tersebut sebagai tin...

Revitalisasi Progresifitas Kajian Fikih Santri Salaf

Revitalisasi Progresifitas Kajian Fikih Santri Salaf Melihat kenyataan hari ini, di mana saya mulai mengenal banyak persoalan dan istilah yang bermunculan pada dunia era post modern, saya jadi berpikir bahwa seharusnya para santri yang konsen di dalam pendidikan Islam ala pesantren mulai harus diperkenalkan dengan kenyataan persoalan-persoalan yang terjadi di sekitar mereka. Contoh saja istilah yang hari ini sedang santer diperbincangkan di kalangan intelektual Islam kontemporer seperti Abdullah Saeed yakni “Muslim Progresif.” Saeed mengatakan “muslim kontemporer harus dapat menyelesaikan persoalan hidupnya dengan menggunakan metodologi keilmuan kontemporer sekaligus melakukan reinterpretasi nash-nash atau konstruksi pemikiran muslim masa lampau.”   Ealah, persoalan diksi dalam sebuah istilahnya saja sudah sangat membingungkan bagi seorang santri salaf, apa itu reinterpretasi, dan juga, siapa itu Abdullah Saeed? Saat saya membayangkan   apabila posisi saya masih pa...