Postingan

Mutiara pak Noor

Mutiara Pak Noor “ Dikala engkau meninggalkan riya’ sebab takut dianggap riya’ , kala itu pula engkau  sedang berbuat riya’ ”. mungkin wejangan itu yang selalu mengiringi pola pikirku, apalagi di eraku saat ini, putih tak lagi nampak putih dan hitam tak lagi terlihat hitam.  Di bagian tengah lantai bawah bangunan tua persegi empat yang terdiri atas dua lantai dan sudah terlihat lapuk akibat termakan usia, terlihat dari kulit tembok yang mulai mengelupas, dan terasa rapuh saat disentuh, namun masih sangat kuat untuk menampung beberapa santri yang menempati bangunan pertama Ponpes APIK yang bernama al-Irfan ini, aku mencoba bertafakkur menyelami luas dan dalamnya nurani. Oke, namaku  Faruq lengkapnya Ahmad Faruq. Besok tepatnya tanggal 8 januari 2017 pondok ini akan memperingati haul KH. Ahmad Ru’yat, pengasuh Pondok Pesantren Salaf APIK Kaliwungu Kendal, dimana nanti para alumni akan hadir memenuhi pondok pesantren ini. Diantara para alumni, ada satu alumni yang ...

kenaikan PNBP& BBM

Waspadai kenaikan PNBP dan BBM Oleh : Mukhamad Ali Masruri Kebijakan pemerintah untuk menaikan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) seperti menaikan biaya administrasi pengesahan STNK, BPKB, dan Nopol kendaraan, adalah sebuah keputusan yang menuai banyak kesalahpahaman ditengah masyarakat. Masyarakat memahami ini sebagai kenaikan pajak kendaraan bermotor. Belum lagi dengan naiknya harga BBM, akan lumayan membuat resah pada masyarakat kalangan bawah. Dalam menaikan PNBP ataupun BBM hendaknya pemerintah memikirkan betul-betul dampak yang akan terjadi khususnya pada masyarakat kalangan bawah. Jangan sampai dikarenakan  biaya administrasi pengesahan STNK, BPKB, maupun Nopol kendaraan bermotor dan juga BBM di Indonesia masih tergolong paling murah diantara negara-negara yang lain, menjadi satu-satunya alasan pemerintah untuk menjalankan kebijakan tersebut. Masyarakat sampai saat ini masih kebingungan dan kesulitan ketika harus memikirkan ketidakseimbangan antara pendapatan dan ...

toleransi agama

Toleransi, Haruskah Banser Jaga Gereja? Oleh : Mukhamad Ali Masruri Berawal dari sebuah pertanyaan apakah toleran itu ada batasanya?, tentu jawabannya ada, lalu sebatas mana toleran itu boleh dilakukan?. Sebenarnya pertanyaan tersebut tidak seglobal itu, melainkan sebuah batu loncatan untuk menanyakan mengapa banser NU bersedia atau mau menjaga gereja saat hari natal dan mungkin hari besar Kristen lainya pada bulan-bulan kedepannya?.  Sebenarnya, apabila yang bertanya adalah orang awam jawabannya bisa saja sederhana, akan tetapi jika yang bertanya adalah orang yang berilmu atau berpengetahuan maka jawabanya bisa menjadi rumit dan panjang penjelasanya, terlebih jikalau mereka merupakan orang-orang yang bertanya dengan pandangan skeptis. Saya jadi teringat ketika guru agama saya mengajar dulu, beliau bercerita, pada saat dia ditanya oleh seseorang tentang amalan orang NU, mengapa orang NU ketika mengantar jenazah, mereka melafadlkan dzikir padahal hal itu tidak terdapat dala...

tentang gusdur

Mengingat Siapa Gusdur Gus Dur atau yang sebenarnya bernama asli Abdurrahaman Adakhil adalah tokoh agama Islam yang dikenal dengan sebutan Bapak Pluralisme. Beliau lahir pada pada 7 September 1940 dari pasangan suami istri Wahid Hasyim dan Solichah. Dia merupakan cucu dari orang terhormat yang merupakan pendiri Ormas Islam terbesar di Indonesia, yakni KH. Hasyim Asy’ari. Kendati merupakan keturunan dari orang besar dan terhormat itu tidak menjadikanya sebagai anak yang pemalas dan suka berhura-hura. Gus Dur justru dikenal sebagai anak yang memiliki obesitas terhadap ilmu. Semua itu terlihat dari kegemaranya membaca literatur, mulai dari kitab-kitab agama, sampai pada buku-buku yang mengupas pemikiran-pemikiran orang barat. Gus Dur adalah orang NU yang moderat dalam pemikiran, beliau juga orang yang sering berdiskusi bersama beberapa orang dengan berbagai latar belakang yang berbeda, oleh karena itu Gus Dur sangat memahami keanekaragaman masyarakat Indonesia. Maka tidak heran kal...