Mutiara pak Noor
Mutiara Pak Noor “ Dikala engkau meninggalkan riya’ sebab takut dianggap riya’ , kala itu pula engkau sedang berbuat riya’ ”. mungkin wejangan itu yang selalu mengiringi pola pikirku, apalagi di eraku saat ini, putih tak lagi nampak putih dan hitam tak lagi terlihat hitam. Di bagian tengah lantai bawah bangunan tua persegi empat yang terdiri atas dua lantai dan sudah terlihat lapuk akibat termakan usia, terlihat dari kulit tembok yang mulai mengelupas, dan terasa rapuh saat disentuh, namun masih sangat kuat untuk menampung beberapa santri yang menempati bangunan pertama Ponpes APIK yang bernama al-Irfan ini, aku mencoba bertafakkur menyelami luas dan dalamnya nurani. Oke, namaku Faruq lengkapnya Ahmad Faruq. Besok tepatnya tanggal 8 januari 2017 pondok ini akan memperingati haul KH. Ahmad Ru’yat, pengasuh Pondok Pesantren Salaf APIK Kaliwungu Kendal, dimana nanti para alumni akan hadir memenuhi pondok pesantren ini. Diantara para alumni, ada satu alumni yang ...